 |
Gambar 1. Sepeda Listrik Dengan Pedal |
Tidak seperti di negara asia lain seperti china dan jepang, perkembangan sepeda listrik atau e bike di Indonesia sampai saat ini bisa dikatakan belum terlalu pesat. Namun dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan ditambah lagi dengan harga bahan bakar minyak yang semakin melonjak menjadikan sepeda listrik kini menjadi salah satu moda transportasi alternatif yang mulai banyak digemari. Jadi sangat wajar jika sekarang ini kita mulai melihat sepeda sepeda tersebut berseliweran di jalanan.
Sesuai dengan namanya yakni sepeda listrik maka sepeda listrik ini pada dasarnya hanyalah sepeda biasa yang kemudian ditambah dengan baterai dan sebuah motor listrik sebagai penggeraknya. Jadi secara sederhana cara kerja sepeda listrik ini adalah dengan mengubah energi listrik yang ada pada akumulator / baterai kemudian menjadi energi gerak / putar melalui dinamo. Dan kemudian dari gerakan putaran dinamo ini diteruskan untuk menggerakkan roda belakang dari sepeda, sehingga sepeda bisa bergerak tanpa perlu dikayuh.
Secara garis besar sepeda listrik sendiri ada dua macam yakni yang menggunakan pedal dan yang tidak menggunakan pedal. Sepeda listrik yang menggunakan pedal biasanya bentuknya mirip sepeda biasa sehingga bisa dijalankan baik dengan dikayuah maupun dengan dinamo. Sedangakan sepeda listrik tanpa pedal biasanya memiliki wujud fisik seperti sebuah motor matic, dan hanya bisa digerakkan dengan dinamo sehingga saat kehabisan baterai ditengah jalan mau tidak mau kita harus mendorongnya.
 |
Gambar 2. Sepeda Listrik Non-Pedal |
.
Bagian bagian sepeda listrik
Bagian bagian dasar dari sebuah sepeda listrik selain sepedanya itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. Baterai dan Chargernya
Baterai atau akumulator pada sepeda listrik adalah sumber energi listrik penggerak dinamo. Baterai yang ada di sepeda listrik tentunya adalah baterai rechargeable atau yang bisa diisi ulang. Biasanya baterai yang dipakai adlah dari tipe Lithium. Bagian baterai inilah yang merupakan bagian termahal dari sebuah motor listrik.
2. Motor listrik / dinamo
Dinamo adalah alat pada sepeda listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak . Pada sepeda listrik dinamo yang dipakai adalah dinamo DC atau dinamo arus searah. Dinamo yang bisa dipakai bisa yang berupa brushes dinamo maupun brushless dinamo, namun karena mempertimbangkan faktor efisiensi maka yang biasa dipakai adalah dinamo brushless (BLDC).
3. Controller
Controller ini berguna untuk mengendalikan kecepatan dari sepeda listrik. Berdasarkan letaknya controller ini ada dua macam yakni controller yang diletakkan di stang berupa throttle control dan yang ada pada bagian kaki yakni pedal assist system.
4. Panel Display
Panel display pada sebuah sepeda listrik ini biasanya adalah sebuah layar LCD yang menampilkan kondisi dari sepeda listrik tersebut. Beberapa yang ditampilkan dalam panel display ini diantaranya adalah kecepatan sepeda, suhu dari dinamo dan kondisi baterai.
Kelebihan sepeda listrik
1. Harganya murah
Jika dibandingkan dengan sepeda motor maka harga sepeda listrik bisa dikatakan sangat murah, sebuah sepeda listrik murah dengan model biasa harganya kurang lebih hanya sepertiga dari sepeda motor.
2. Lebih ramah lingkungan
Karena tidak menggunakan bahan bakar maka sepeda listrik tidak mengeluarkan asap sisa pembakaran sehingga penggunaan sepeda listrik ini tidak menambah polusi udara.
3. Tidak bising
Karena penggerak dari sepeda listrik ini menggunakan dinamo listrik BLDC yang minim getaran sehingga bunyi yang timbul dari sepeda listrik nyaris tidak terdengar.
4. Bisa sebagai sarana olahraga
Pada sepeda listrik model pedal, sepedanya bisa digunakan sebagai sepeda biasa dengan menonaktifkan dinamonya. Jadi ketika kita kehabisan daya baterai di tengah jalan sepeda bisa dijalankan dengan cara dikayuh.
5. Perawatan Mudah
Pada sepeda listrik tidak dibutuhkan perawatan perawatan yang rumit seperti sepeda motor. Misalnya saja di sepeda listrik kita tidak perlu mengganti cairan aki seperti pada motor.
Kekurangan Sepeda Listrik
1. Tidak Cocok Untuk Jarak Jauh
Karena daya dari baterai sepeda listrik yang harus diisi ulang setiap jarak tertentu sementara saat ini di Indonesia charging station / stasiun pengisian listrik umum masih minim atau bahkan nyaris belum ada maka sehingga mau tidak mau jarak yang bisa kita tempuh hanya terbatas ke tempat yang dekat dengan rumah kita atau tempat kita mengisi ulang baterai.
2. Kecepatan yang terbatas
Setahu saya saat ini kecepatan maksimal dari sebuah sepeda listrik ada di kisaran 45 km per jam. Kecepatan ini tentunya cukup jauh jika dibandingkan dengan kecepatan sepeda motor. Namun dengan kecepatanini sebenarnya sudah cukup lumayan untuk puang pergi ke tempat kerja atau sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh.
3. Waktu Pengisian Ulang Baterai Lama
Untuk mengisi ulang baterai dari sepeda listrik dibutuhkan waktu beberapa jam tergantung dari kapasitas baterai dan besar kecilnya arus pengisian dari charer. Bandingkan dengan sepeda motor yang pengisian ulangnya hanya beberapa menit. Namun enaknya di sepeda listrik ini saat melakukan isi ulang kita bisa tinggalkan sepeda kita tanpa perlu khawatir overcharge. Solusi untuk pegisian baterai yang memakan waktu lama ini bisa dengan baterai swap atau saat baterai habis tinggal ditukar dengan baterai yang masih full di tempat yang telah disediakan.